Jason Monet Berbicara, Halaman Delapan


PUISI

TIGA PERAHU

oleh Chris James Wee
 

 Tiga perahu…kamu, aku dan dia
 Kini bersandar di teluk Santubong yang sedang
 dilanda angin topan
 Tiga nyawa mendengarkan derunya suara badai
 tropis
 Dan suara benturan benda-benda yang beradu
 didalamnya
 Karena alam yang berpatri, esok akan hilang dari
 pandangan hari ini
 Sekarang, kita hanya menunggu kanvas
 yang akan menyingkap entah apa yang diutarakan.

 Warna masing-masing perahu yang bernyanyi
 lantang, selepas bertualang
 Dimana Chelsea, Perth dan Fukioku kampung
 halaman…
 Jauh dari pantai yang berbatu di teluk Santubong
 Kamu bilang “Kulaksanakan ini karena aku mau”
 “Ya, karena ini mengangkat arti-arti hidup tertentu”
 kataku “Ini kulakukan demi kamu” dia bilang
 Kita semua melakukan ini demi seni…melukis,
 menulis dan drama.

 Hanya menunggu kanvas sidang pengadilan hari ini
 Dan kemungkinan berhasil demi dewa seni.
 Sebuah kanvas untuk tiga perahu…yang dulu
 pernah mengapung
 Sekarang terdampar di teluk Santubong
 Warna memudar seperti kelapa tua yang hijau
 kecoklatan atau daun palem yang coklat terbakar,
 dipanggang matahari
 dalam singkatnya perjalanan alam pada waktu
 senggang kita
 saat kita di Borneo, yang penuh berawan.
 




Photo of boats and Jason at work on the painting
Three Confiscated Boats



 

 



Three Confiscated Boats, Sarawak, Kuching, 2000
 Oil on canvas, 122 x 91cm

 

  Top             Back               Next- Pranoto