|
PUISI
TIGA PERAHU
oleh Chris James Wee
Tiga
perahu…kamu, aku dan dia
Kini bersandar di teluk Santubong yang sedang
dilanda angin topan
Tiga nyawa mendengarkan derunya suara badai
tropis
Dan suara benturan benda-benda yang beradu
didalamnya
Karena alam yang berpatri, esok akan hilang dari
pandangan hari ini
Sekarang, kita hanya menunggu kanvas
yang akan menyingkap entah apa yang diutarakan.
Warna
masing-masing perahu yang bernyanyi
lantang, selepas bertualang
Dimana Chelsea, Perth dan Fukioku kampung
halaman…
Jauh dari pantai yang berbatu di teluk Santubong
Kamu bilang “Kulaksanakan ini karena aku mau”
“Ya, karena ini mengangkat arti-arti hidup tertentu”
kataku “Ini kulakukan demi kamu” dia bilang
Kita semua melakukan ini demi seni…melukis,
menulis dan drama.
Hanya
menunggu kanvas sidang pengadilan hari ini
Dan kemungkinan berhasil demi dewa seni.
Sebuah kanvas untuk tiga perahu…yang dulu
pernah mengapung
Sekarang terdampar di teluk Santubong
Warna memudar seperti kelapa tua yang hijau
kecoklatan
atau daun palem yang coklat terbakar,
dipanggang matahari
dalam singkatnya perjalanan alam pada waktu
senggang kita
saat kita di Borneo, yang penuh berawan.
|

Photo of boats and Jason at work on the painting
Three Confiscated Boats


|