Ben Cabrera Bebicara- Halaman Lima

 
 HAl-HAL PRAKTIS dan
 JAJARAN-LUAS SENIMAN:

 ============================

 CHRIS: Anda adalah salah satu dari sedikit
 seniman Asia yang sudah membuat buku tentang
 seni; Anda telah menguasai banyak tehnik seperti
 membuat karya cetak, etsa, cat minyak, patung
 dan gambar. Anda sudah melangkah jauh.
 BEN: Saya hanya mengerjakan apa yang menarik bagi
 saya, saya hanya berkarya. Juga, saya kira dengan
 mengamati seniman-seniman lokal lainnya seperti
 Manansala dan Joya. Saya takut pembeli akan
 mendikte apa yang mereka mau. Jadi berapa jauh
 seorang artis harus berkompromi? Apakah seni
 dibuat hanya untuk mendapatkan penghargaan materi?
 Saya hanya mengintropeksi diri saya sendiri.
 Dengan karya cetak dan patung saya kira seperti
 bekerja dengan tangan saya. Proses pembuatan karya
 cetak adalah pekerjaan fisik seperti memoleskan tinta,
 memindahkan, mengedit dsbnya. Sedangkan
 menggambar adalah apa yang bisa dilakukan
 dengan garis.
 




Perry’s Appeal, 1975
Acrylic and collage on paper
77 x 57cm, Artist’s Collection
 


 

Portrait of Sabel, 1974
 Ink and Conte pencil on paper, 74 x 54cm,
Alexander and Doris Kennedy Collection, London

 


 


 CHRIS: Dari mana anda mendapatkan
 enerji untuk melakukan semua itu?

 BEN: Ya, saya tidak mau membatasi diri saya
 sendiri. Ini terjadi pada saat saya sedang dalam
 suasana tertentu, dan kemudian ada tekanan
 dari pembeli waktu mereka memaksakan
 keinginan mereka.

 Saya hanya penasaran. Agar tidak bosan.
 Yang penting adalah rasa ingin tahu akan
 segalanya. Muncul sebagai hobi seperti
 merawat bonsai, berkebun, mengoleksi
 sesuatu. Saya seperti burung yang menyusuh,
 dan sangat sulit untuk melepaskan diri dari
 obsesi mengoleksi barang-barang aneh.

 Sebenarnya saya ini bisa disebut seniman
 praktis. Ada beberapa seniman lain yang
 lebih murni. Mereka adalah seniman-seniman
 yang saya kagumi karena mereka tidak peduli
 apakah mereka bisa menjual karya mereka
 atau tidak, dan terus berkarya. Saya kira
 karena dari mula saya selalu berjuang untuk
 mendapatkan uang. Saya berasal dari
 keluarga miskin dan dari kecil saya sudah
 menjual komik, dan mengerjakan lainnya.
 Dan menjual foto Elvis Presley seharga 10
 peso. Seperti itulah saya membiayai
 pendidikan saya dengan seni. Kemudian saya
 bekerja di sebuah majalah yang memberi saya
 disiplin dengan deadline. Jadi, untuk melatih
 kedisiplinan, saya menantang diri saya sendiri
 dengan meminta pemilik galeri untuk memberi
 saya jadwal. Dan saya bekerja sesuai dengan
 jadwal itu. Sebagai wiraswasta seseorang
 harus bisa mengatur waktunya dengan baik.
 

CHRIS: Menurut anda, untuk mencapai kualitet yang baik seorang seniman harus bagaimana, apakah mereka harus bekerja keras?
BEN: Tidak harus bekerja terlalu keras. Ada seniman yang bekerja berlebihan dalam berkarya.
Untuk saya, dua jam sehari sudah cukup, lalu saya mengerjakan yang lain.
Seni menggambar tidak pernah hilang, model telanjang, etsa. Saya pernah mengerjakan instalasi
(setelah menerima penghargaan seni ASEAN) di Bandung, bahkan waktu itu saya juga mengadakan pertunjukkan. Semuanya berkembang. Saya ini agak terlambat, segalanya masih
baru untuk saya.
Hal-hal seperti itulah. Sangat sulit untuk menghindari tuntutan publik kalau seseorang sudah menjadi terkenal. Ada beberapa pengharapan mereka yang tidak saya inginkan.

 

 
                    PUISI TENTANG

  KARYA KARYA BENCAB
  oleh Chris James Wee  18/11/2000

  Karyamu bermuatan ketrampilan, tantangan,
  warna dan curahan perasaan
  Dan secara jelas ada sesuatu yang baru…cita cita yang
  sekian lama telah ditunggu tunggu kebanyakan orang
  Kartu pos, etsa, kanvas, dan drawing mumenampilkan
  kenyataan orang-orang Filipina yang adayang
  meringkuk, menari, duduk diam tanpa berkepala atau
  menggendong bayi
  Banyak sentuhan rasa kasih sayang pada kenyataan
  yang ada disini.Kami menyukai dan menangkap
  keakraban
  yang muncul dari dalam kanvas
  Yang sepertinya bisa untuk diajak bicaraKesenian dan
  air terdengar mengucur di perbukitan Baguio
  tempat dimana kau berkarya. Seperti pantheon yang
  dibangun oleh tokoh-tokohmudari cucuran menjadi
  sungai kecil, cerminanmu tentang kenyataan orang
  awam yang ada.

 



Kutsero, 1970
Ink and acrylic on paper, 59 x 54cm,
Glenda Jackson Collection, London


                                      BEN CABRERA DI BALI




Mangku Ketut Kenten, 2001
 Pastel on paper, 42 x 30cm
 




Mangku Munik, Bali, 2001
 Pastel on paper, 42 x 30cm
 




I Gede, Gebung Dancer 2001
 Pastel on paper, 80 x 60cm
 




Bapak Suteja Neka, Ubud, 2001
 Pastel on paper, 80 x 60cm
 

  Top                      Back               Next- Jason Monet